PATI – baistnews.com  Tingginya intensitas hujan di wilayah selatan Kabupaten Pati mulai menimbulkan dampak serius. Sejumlah infrastruktur pengairan dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari tanggul jebol hingga penumpukan sampah yang menghambat aliran sungai dan memicu genangan di area persawahan. (11/03)

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendesak adanya langkah cepat dan kolaboratif antara pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam menangani potensi bencana yang kian meningkat.

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga serta perlindungan lahan pertanian harus menjadi prioritas utama, mengingat dampak banjir tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga keberlangsungan ekonomi petani.

“Kami dari legislatif mendorong DPUTR untuk segera mengeksekusi penanganan darurat. Meskipun saat ini air masih berada di area persawahan, kita tidak boleh lengah,” ujar Mukit.

Menurutnya, potensi risiko akan meningkat signifikan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Jika tidak segera diantisipasi, genangan air bisa meluas hingga ke permukiman warga dan menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Selain penanganan darurat, Mukit juga menekankan pentingnya normalisasi sungai secara menyeluruh. Ia menyoroti kondisi sungai yang dipenuhi sampah sehingga menghambat aliran air dan memperparah potensi banjir.

“Kami berharap BBWS juga sigap dan responsif. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan ekonomi petani di Pati,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan agar penanganan tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui langkah terintegrasi yang mencakup pembersihan sungai, perbaikan tanggul, hingga penguatan sistem pengairan.

Dengan percepatan normalisasi sungai dan koordinasi lintas instansi, diharapkan risiko banjir dapat diminimalisir, sehingga petani tetap dapat beraktivitas dan masyarakat terhindar dari ancaman bencana yang lebih besar. Adv 06