PATI, baistnews.com — Merasa dikriminalisasi atas laporan yang dilayangkan oleh mantan sahabatnya, Utomo, Suwarti akhirnya angkat bicara. Tak hanya membantah tuduhan tersebut, ia juga melayangkan laporan balik serta membeberkan sejumlah dugaan intrik yang disebut terjadi saat keduanya masih menjalin hubungan pertemanan. (24/03)

Perseteruan keduanya kini kian memanas. Laporan polisi dibalas laporan polisi, sementara saling serang di media sosial juga tak terhindarkan. Suwarti menegaskan bahwa langkah yang diambilnya merupakan bentuk pembelaan diri.

“Saya hanya membela diri. Laporan yang ditujukan ke saya itu tidak punya dasar kuat,” ujar Suwarti kepada media ini.

Dugaan Praktik Mistis hingga Rekayasa Laporan

Dalam keterangannya, Suwarti mengungkap sejumlah hal yang cukup mengejutkan. Ia menuding Utomo memiliki kebiasaan mendatangi dukun dari berbagai daerah, dengan tujuan tertentu terhadap seseorang berinisial J atau yang disebutnya sebagai “Mbak Zana”.

“Saya pernah disuruh menaruh tanah kuburan di depan rumahnya, ada juga syarat-syarat lain. Semua sudah dicoba, tapi tidak ada hasil. Malah yang bersangkutan tetap sehat dan semakin sukses,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Suwarti juga menuding adanya dugaan rekayasa dokumen dalam pelaporan ke pihak kepolisian.

“Dia sering merekayasa bahkan memalsukan tanda tangan. Istrinya sempat mengingatkan, tapi tidak dihiraukan. Bahkan akhirnya ikut membantu,” tambahnya.

Motif Perselisihan dan Perubahan Sikap

Menurut Suwarti, konflik ini bermula saat dirinya dijanjikan oleh Utomo untuk dapat menguasai dua kapal milik Zana. Namun, seiring waktu, ia merasa tindakan tersebut semakin menjurus pada hal yang dianggapnya keliru.

Akhirnya, Suwarti memilih berbalik arah dan mendukung pihak Zana. Keputusan itu disebut menjadi pemicu utama memburuknya hubungan dengan Utomo.

“Saya merasa ini sudah menyesatkan dan menambah dosa. Jadi saya memilih berpihak ke yang benar,” tegasnya.

Siap Buktikan dengan Data Digital

Suwarti mengklaim memiliki bukti kuat atas semua pernyataannya, termasuk percakapan lama yang masih tersimpan di perangkat pribadinya.

“Semua ada di chat WhatsApp dan masih tersimpan. Kalau diperlukan, saya siap diperiksa, termasuk uji laboratorium digital,” katanya.

Komitmen Melawan

Meski menghadapi berbagai laporan dan tekanan di media sosial, Suwarti mengaku tidak gentar. Ia berkomitmen untuk terus melawan apa yang dianggapnya sebagai perlakuan tidak adil.

“Saya akan terus melawan. Ini soal kebenaran dan harga diri,” pungkasnya.


/mury.