KUDUS – baistnews.com Belum genap tiga bulan atas meninggalnya Shela Handayani (20), warga RT 03 RW 07 Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Demak, pada Selasa pagi 24 Juni 2025.

Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi berlumpur dengan luka di bagian kepala, dan belakangan terungkap bahwa korban adalah korban pembunuhan. Pelaku, yang dikenal sebagai AR, seorang pria dari Demak, akhirnya ditangkap di Tangerang.

Sementara pada Minggu (14/09/2025) terjadi kekerasan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan kakak beradik David Murdiwanto (37) dan Dimas Yanuar (29) warga RT 03 RW 01 harus meregang nyawa akibat luka tusuk yang dialaminya.

Mengamati hal tersebut, tokoh masyarakat Kudus Bima Agus Murwanto, SH., MH., mengatakan kami dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bima Sakti mengaku turut prihatin atas kejadian yang menimpa warga Kelurahan Wergu Wetan. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, warga meninggal dunia secara tragis akibat kekerasan.

“Kami dari YLBHI Bima Sakti menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mendo’akan ketiga korban kekerasan tersebut mendapat ampunan dari Allah SWT dan Husnul Hotimah Amin,” kata Bima Agus Murwanto, pada Senin, 15 September 2025.

Kelurahan Wergu Wetan adalah tanah kelahiran saya dengan kejadian ini saya berharap tidak akan terulang kembali di wilayah Kelurahan Wergu Wetan khususnya dan pada umumnya Kabupaten Kudus.

Menurutnya, untuk menghindari terjadinya kekerasan fisik sesama warga menjaga keamanan dan ketentraman di lingkungan masing masing menjadi sangat penting.

“Mari kita aktifkan kembali siskamling (sistim keamanan lingkungan). Dengan adanya siskamling masyarakat bisa mencegah kemungkinan terjadinya tindak kejahatan ataupun potensi gangguan keamanan dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Lebih lanjut Bimo panggilan akrab Bima Agus Murwanto menambahkan, bahwa mencari jalan keluar dari persoalan adalah melalui musyawarah seperti pada orang tua kita terdahulu hasilnya adalah kerukunan dan keharmonisan dalam bermasyarakat.

Sungguh sangat kita sayangkan tiga warga yang masih dalam usia produktif harus meninggalkan kelurga untuk selamanya.

Bima Sakti yang juga pendiri LSM Masyarakat Peduli Keadilan (MPK) menjelaskan, bahwa Perbedaan dalam kehidupan atau pergaulan, merupakan keniscayaan yang tidak mungkin bisa dihindari. Akan tetapi, dari perbedaan tersebut melalui musyawarah bisa kita ciptakan persatuan yang berlandaskan saling pengertian.

Dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT, RW, Kepala Desa atau Lurah, Babinsa, dan Babinkamtibmas, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah akan tercipta kerukunan dan tidak ada yang merasa kalah dan menang atau “win-win solution”.

“Dalam menyelesaikan persoalan dengan kekerasan atau gontok-gontokan, dipastikan tidak akan terselesaikan bahkan akan timbul persoalan baru. Untuk itu, membudayakan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah sangat cocok dengan budaya kita sebagai orang timur,” jelasnya.

Ia juga berkesan dalam kehidupan sehari-hari bisa saling menjaga perasaan tetangga. Apalagi ketika hidup dilingkungan pemukiman yang padat penduduk, saling menjaga perasaan sesama tetangga menjadi kunci terciptanya keharmonisan.

“Sebagai warga Kudus mari kita ciptakan Kudus sebagai kota yang bukan hanya ramah anak, akan tetapi juga ramah dalam pergaulan, ramah dalam bekerja, ramah terhadap pendatang bahkan ramah investasi,” pungkasnya.

Terpisah, Lurah Wergu Wetan Solikul Hadi membenarkan atas beberapa kejadian pada 24 Juni 2025 ada warganya yang bernama Shela Handayani terbunuh di temukan warga dipersawahan di Demak. Kemudian kemarin pada Minggu (14/9/2025) ada kejadian penusukan yang mengakibatkan kedua bersaudara kakak adik Divan dan Dimas meninggal dunia.

“Kami atas nama pemerintah Kelurahan Wergu Wetan mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang dialami oleh para korban, Semoga Almarhum dan Almarhumah diberi ketabahan dan korban Husnul Hotimah Amin,” ucapnya.

Semoga kejadian ini yang terakhir di Kelurahan Wergu Wetan. Menurut informasi pihak kepolisian sudah mengetahui para pelaku dan saat ini tengah dalam pencarian.

“Pihak kepolisian sudah mengetahui keberadaan pelaku. Semoga para pelaku bisa segera tertangkap sehingga motif kejadian bisa segera terungkap,” tegas Lurah Wergu Wetan Solikul.

(L-Man)