PATI – Ruas jalan Pantura Juwana–Batangan kembali dilanda banjir akibat luapan Sungai Widodaren pada Kamis (12/3/2026). Genangan air dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah selatan Kabupaten Pati, khususnya di Kecamatan Jaken dan Pucakwangi.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) untuk segera melakukan penanganan cepat, terutama membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan.

Menurutnya, sumbatan sampah di aliran sungai menjadi salah satu faktor utama meluapnya air hingga menggenangi jalan nasional dan berpotensi merembet ke permukiman warga.

“Kami khawatir tumpukan sampah ini menghambat arus air dan memicu luapan ke permukiman. Hari ini tim sudah bekerja dan ditargetkan pembersihan di titik tersebut bisa selesai,” ujarnya.

Mukit menegaskan, langkah cepat sangat diperlukan mengingat curah hujan di wilayah selatan Pati masih tinggi. Jika tidak segera ditangani, risiko banjir susulan akan semakin besar dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di jalur vital Pantura.

Selain penanganan darurat, ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan rutin di titik-titik rawan, seperti pintu air dan jembatan. Menurutnya, upaya pembersihan tidak boleh hanya dilakukan saat terjadi banjir, melainkan harus menjadi agenda berkala.

“Kami mendorong adanya skema pemeliharaan rutin agar warga tidak terus-menerus merasa was-was setiap musim hujan,” tegasnya.

Mukit juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko banjir.

Dengan aliran sungai yang bersih, diharapkan tekanan air pada tanggul dapat berkurang, sehingga potensi banjir di bantaran Sungai Widodaren maupun kawasan Pantura dapat diminimalisir. Adv 06